Konsep dasar Resistansi, Tegangan, dan Arus Listrik (2)

Sangat Penting bagi kita untuk mengerti pengaruh dari pemberian resistor ada rangkaian seri maupun parallel. Dengan memahami konsep ini kita akan dengan mudah menganalisis dan menyderhanakan suatu rangkaian, yang menggunakan hubungan matematika yang sederhana.

=) Pada contoh untuk gambar di sebelah, R1 dan R2 dihubungkan secara parallel, R3 didapat dari rumus yang ada di bawah rangkaian tersebut. Rumus tersebut juga bisa ditulis seperti ini.
R3 = R2*R1/R1+R2

=) Hubung ini (parallel) tidak hanya bisa digunakan untuk menyederhanakan rangkaian tetapi juga bisa digunakan untuk mendapatkan nilai resistor yang tidak kamu punyai.

=) Perlu dicatat juga bahwa nilai dari R3 ini selalu lebih kecil daripada nilai dari resistor yang menyusunnya (R1 & R2) karena dengan menambahkan resistor pada hubung parallel ini otomatis akan menambah jalan bagi arus untuk lewat sehingga bisa dikatakan penambahan resistor pada hubung parallel akan mengurangi hambatan dari rangkaian ini secara keseluruhan.

=) Hubung yang digunakan pada gambar rangkaian di samping ini ialah hubung seri. Yang mana nilai R3 adalah penjumlahan dari tiap-tiap resistor yang menyusunnya. Atau bisa ditulis seperti ini.
R3 = R1+R2



Resistor sebagai pembatas arus

Aturan paling dasar yang ada pada resistor ialah membatasi arus. Yang mana di sini resistor berfungsi untuk mengontrol jumlah aliran arus yang melalui suatu konduktor. Untuk mengerti bagaimana resistor bekerja sebagai pambatas arus, pertama-tama mari kita pelajari skemati sederhana pada gambar yang ada di samping ini, dimana sebuah lampu dihubungkan secara langsung dengan baterai 9 V. Sebuah lampu, seperti alat-alat lainnya yang memakai listrik, memiliki yang namanya hambatan dalam, yang menentukan berapa arus listrik yang akan dipakai. Nha, sekarang kita memiliki sebuah lampu yang dihubungkan dengan hambatan dalam. Kemudian kita bisa menghitung nilai arus yang melewati rangkaian tersebut dengan menggunakan hokum Ohm. Sesuai dengan pernyataan pada hokum Ohm bahwa nilai arus sama dengan beda potensial yang melewati sebuah rangkaian dibagi dengan hambatan pada resistor. Atau secara matemaika ditulis seperti ini.
I = V/R, atau lebih akuratnya lagi
I = (V1-V2)/R………(1)
dimana (V1-V2) adalah beda potensial yang melalui rangkaian sedangkan R ialah hampatan pada resistor tersebut.

Sekarang lihat pada gambar di samping ini, dimana sebuah resistor pembatas arus telah ditambahkan. Resistor ini akan membatasi arus yang melewati lampu. Kita bisa mengontrol jumlah arus yang melewati arus tersebut secara sederhana dengan hanya menentukan nilai dari R1. Kemudian apabila kita masukkan lagi ke rumus maka persamaan (1) menjadi seperti ini
I = (V1-V2)/(R+R1) ………(2)
Dari persamaan di atas, kita sudah bisa lihat bahwa nilai dari hambatanny bertambah sehingga otomatis nilai dari arus listriknya berkurang. Sehingga dapat dibuktikan bahwa arus itu bisa digunakan sebagai pembatas arus.

Resistor sebagai Pembagi Tegangan

Seperti judul yang ada di atas, resistor juga bisa digunakan untuk membagi tegangan. Dengan kata lain resistor juga bisa digunakan untuk menghasilkan suatu tegangan dari tegangan yang lebih besar dengan cara membaginya. Persamaan matematika untuk gambar di samping adalah



Apabila R1=R2=R, maka persamaannya menjadi,




Sedangkan apabila Resistor yang lebih rendah nilainya dihubungkan ke Ground (seperti gambar di samping). Maka persamaannya menjadi seperti ini (dimana nilai Vb=0).




Persamaan di atas adalah persamaan pembagi tegangan yang paling umum. Kita bisa membayangkan lebih banyak lagi contoh kasus lain yang lebih special dalam pengkonfigurasian resistor, dan saya yakin kalian akan menemukannya ketika kita mengerjakan suatu proyek elektronika yang jauh lebih komlpleks.

Read More......

Konsep dasar Resistansi, Tegangan, dan Arus Listrik (1)

Pada artikel ini kita akan mempelajari komponen paling dasar dalam elektronika yaitu resistor dan pengaruhnya dengan beda potensial dan arus listrik yang melewatinya.

Sebagai seorang pemula (saya masih termasuk dalam kategori ini juga), sangat penting bagi kita untuk membayangkan bagaimana sebenarnya listrik itu mengalir. Meskipun kita telah diajarkan berkali-kali bagaimana listrik itu tersusun dari elektro-elektron yang mengalir melewati sebuah konduktor, masih sangat susah untuk membayangkan dengan jelas aliran dari listrik itu sendiri dan bagaimana pengaruh dari tegangan maupun resistor terhadap aliran tersebut. Inilah alasan mengapa saya mengemukakan perbandingan sederhana aliran listrik ini dengan sistem hidrolik, sehingga setiap orang akan dengan mudah membayangkan dan mengerti system aliran listrik itu sendiri.


Perhatikan bagaimana aliran dari listrik menyerupai aliran air dari titik dangan potensial yang tinggi ke titik dengan energy potensial yang rendah. Di dalam perbandingan yang sederhana ini, air dibandingkan dengan arus listrik, tegangan dibandingkan dengan perbedaan tinggi level air, dan yang terakhir valve yang menahan air dibandingkan dengan resistor yang membatasi aliran arus.

Dari perbandingan ini kita dapat menarik kesimpulan tentang beberapa aturan yang sebaiknya selalu diingat selama kita mengerjakan proyek elektronika :


1) Arus listrik yang melewati suatu cabang adalah konstan (tetap ) pada setiap titik.
2) Tidak akan ada arus yang mengalir apabila tidak ada energy potensial yang ada di dalam rangkaian tersebut
3) Jumlah air yang ada di bejana air tersebut dapat dibandingkan dengan muatan listrik yang tersimpan dalam sebuah baterai. Ketikan ketinggian air yang ada di dalam bejana sama, maka tidak aka nada lari aliran air yang mengalir, sama apabila baterai sudah habis, maka tidak ada lagi arus yang mengalir dalam baterai tersbut yang diakibatkan oleh samanya nilai potensial di dalam baterai.
4) Arus listrik yang mengalir didalam sebuah konduktor akan meningkat apabila nilai resistr yang diberikan dikurangi, sama dengan aliran air yang akan bertambah apabila hambatan yang diberikan oleh valve tersebut dikurangi.

Dan masih banyak lagi kesimpulan-kesimpulan lainnya yang bias kita ambil dari analogi di atas. Namun kita bisa meringkaskan beberapa aturan tersbut pada sebuah persamaan elektronika yang disebut dengan hokum Ohm. Untuk penjelasan mengenai ini akan kita bahas di bawah ini.

Sebelum kita membahas Hukum Ohm lebih jauh ada baiknya kita membahas tentang komponen resistor terlebih dahulu. Resistor bertujuan untuk membatasi atau mengontrol aliran dari arus listrik, Oleh sebab itu kita bisa mengatakan bahwa parameter utama dari resistor ialah resistansinya itu sendiri. Yang diukur dalam Ohm (Ω).

Perlu dicatat bahwa resistor tidak hanya digunakan untuk membatasi arus, resistor juga bisa digunakan untuk membagi tegangan shingga bisa kita dapatkan nilai tegangan yang kita inginkan. Beberapa sensor yang didasari oleh sebuah resistor ialah LDR yang tergantung dari cahaya atau Thermistor yang tergantung dari temperature. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis resistor ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Kembali pada topic yang ingin kita bahas yaitu Hukum Ohm. Tentu kalian masih ingat dengan pelajaran Fisika ketika masih duduk di bangku SMP dimana ketika itu untuk pertama kalinya kita (mungkin saja ada yang sudah mempelajarinya sejak SD) mengenal yang namanya tegangan, arus, dan hambatan listrik. Untuk lebih jelasnya persamaan dari Hukum Ohm adalah sebagai berikut :

Untuk persamaan nomor 1 mungkin sudah sangat jelas dan sangat tertanam di otak. Berbeda dengan persamaan 1, mungkin dengan melihat persamanaan 2 banyak yang mengira bahwa dengan menaikkan nilai arus maka beda potensialnya akan bertambah dimana hambatannya dibuat konstan. Walaupun secara matematis ini benar tetapi apabila dipikir secara logika maka analogi ini salah. Karena pada dasarnya, perbedaan potensial lah yang membuat aliran arus, bukan sebaliknya ( Coba kamu perhatikan lagi system hidraulik yang sudah dijelaskan di atas). Sedangkan untuk persamaan 3,dengan persamaan ini kita bisa menarik kesimpulan tentang nilai resistansi yang digunakan untuk membatasi nilai dari arus listrik yang mengalir dimana nilai tegangannya konstan (tetap).

Dari penjelasan di atas kita bisa melihat pentingnya beberapa aturan atau rule di atas. Kita akan mempelajari bagaimana menggunakan aturan-aturan atau persamaan tersebut untuk rangkaian yang jauh lebih kompleks lagi. Jadi, saya harapkan anda benar-benar memahami konsep yang ada pada penjelasan di atas.

Sampai di sini dulu penjelasannya, untuk penjelasan yang lain akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya..
Bersambung

Read More......

Sudah lama sekali ga nge-blog

Di sini aku cuman pengen nulis mungkin dalam waktu dekat ini aku bakal ngblog lagi, tapi mungkin content dari blog ini mungkin sudah agak berubah dimana kemungkinan isinya bakal lebih banyak ke bidang yang memang ku geluti sekarang, yaitu elektronika & kontrol, soalnya sudah ampir lebih dari 4 bulan ini aku baru belajar yang namanya elektro (baru kali ini niat mau belajar). Inilah (belajar elektronika) yang jadi alasan kenapa aku sempet vakum berbulan-bulan dari dunia blog (lebay mode:on). Kyknya itu dulu deh yang kutulis sebagai posting perdana after ke"vakum"anku selama beberapa bulan....Cemingittt!!!!




Read More......

Lessons In Electric Circuits

Anda mahasiswa elektro?? Entah itu dari UI, UGM, ITB, ITS, UNDIP (Universitas kebanggaanku) atau universitas yang lainnya (yang ada jurusan Teknik Elektro pastinya) ane yakin pasti materi yang disampaikan ga terlalu jauh berbeda. Nha, untuk memperdalam ilmu tersebut, tentunya diperlukan basic yang kuat agar bisa terjun lebih dalam ke dunia elektro itu sendiri. Dari hasil surfing, kebetulan ane dapet situs yang nyediain e-book tentang dasar-dasar dari pelajaran elektro.

Berikut linknya :
Download. Ane berharap dengan e-book ini, dasar-dasar tentang teknik elektro sudah ada di luar kepala kita dan kalau bisa kita meng-indonesia-kan e-book tersebut sehingga pelajar-pelajar Indonesia yang mungkin agak susah mengerti bahasa Inggris (contohnya aku) juga bisa ikut memahaminya..hehehhe



Read More......

Adakah kehidupan lain diluar bumi ?

Meskipun pertanyaan yang sedikit aneh ditelinga kita, tapi coba kita renungkan..berapa banyakkah planet dan galaxy, benda langit lain yang bertebaran diluar sana??...Berapa ribu atau berapa jutakah benda langit di jagad raya ini yang mirip atau lebih dekat sama persis dengan bumi kita, apakah Tuhan hanya menciptakan benda langit yang dapat dihuni oleh makhluk seperti kita ini hanya terdapat dibumi yang kita ketahui selama ini, atau di belahan jagad raya ini juga terdapat suatu kehidupan yang sama persis dengan bumi kita atau mungkin peradaban nya lebih maju dari kita??..makhluk cerdas dari luar bumi yang sampai saat ini tidak pernah surut diperbincangkan oleh banyak ilmuwan…

Bulan.., semuanya pasti kenal dengan benda mungil ini, benda mungil yang slalu kita liat menemani malam malam kita, slalu menampakkan wajah cantikkya menghibur makhluk bumi yang dalam kegelapan dan kesepian, tapi asal tau aja, wajah bulan yang selama ini kita liat hanya separuh dari bagiannya, sedangkan separuhnya lagi kita tidak pernah melihatnya, Bagian bulan yang terlihat dari bumi/menghadap bumi itu tidak pernah berubah.

Dalam pencarian jejak kehidupan cerdas di luar Bumi Bulan memang masih penuh dengan misteri. kita belum memahami sisi gelapnya bulan yang tak terlihat itu. Dikatakan, pada sisi gelap bulan itulah berkembang suatu kehidupan cerdas. Nampaknya, para makhluk-makhluk tersebut sangat strategis dalam memilih tempat untuk membangun pusat peradaban mereka disana, karena tidak mudah terpantau dari bumi. Ufology menyebut pangkalan makhluk-makhluk itu sebagai "Luna". Sejak misi Apollo pertama yang mendarat di bulan (Apollo 11), makhluk-makhluk itu seakan-akan tidak menyukai kedatangan manusia kesana. Itu ditandai dengan selalu munculnya benda-benda terbang misterius yang selalu mengikuti dan seperti menghalangi jalannya pesawat-pesawat ruang angkasa seperti 7 misi Apollo dan beberapa misi Gemini ke Bulan.

Dunia Ufology, mengatakan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia. Walaupun masih sebatas spekulasi, tanda-tanda akan hal ini pernah dialami oleh sebagian daripada kita yaitu para Awak Apollo yang mengunjungi bulan. Dari 7 misi Apollo ke Bulan ( Apollo 11 - 17 ), hanya Apollo 13 lah yang mengalami kegagalan akibat terjadinya kebocoran modul servis yang menyebabkan hilangnya persediaan oksigen, air, listrik, dan fungsi mesin. Beruntung para Astronot Apollo 13 semua dapat terselamatkan. Saat mengunjungi bulan, terdapat beberapa kejadian aneh yang dialami oleh para astronot Apollo. Nampaknya ada yang merasa terusik oleh kedatangan mereka kesana, dan itu ditandai dengan munculnya serangkaian kejadian-kejadian aneh dan ganjil pada saat para Astronot mendekati satelit alami bumi itu. Benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?

Sebenarnya, kecurigaan-kecurigaan mengenai adanya kehidupan makhluk cerdas di bulan ini sudah dapat teramati fenomenanya oleh manusia di bumi. Laporan banyak berdatangan dari para ahli perbintangan maupun para peminat astronomi dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Dedi Suardi contohnya, tatkala mengamati bulan dengan teleskopnya, pria yang dikenal sebagai seniman, penulis dan peminat serius astonomi ini menyaksikan kejadian aneh di permukaan bulan. Pada saat ia mengamati bulan dengan teropong bintang Calestron Catadiotric yang berdiameter 8 ichi, ia tiba-tiba melihat benda hitam mirip anak panah yang dengan gesitnya hilir mudik dari ujung tanduk bulan ke ujung tanduk yang lain. Lebih fantastis lagi, guna mencapai sisi bulan yang lain, benda aneh itu hanya memerlukan waktu 1/2 detik!!kejadian ini berlangsung satu jam sebelum lenyap dari pandangan teleskop. Munculnya beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan juga sempat dilaporkan oleh para pakar perbintangan Amerika dan Perancis jauh sebelum misi Apollo dilaksanakan yaitu ditahun-tahun disepanjang 1920 - 1930 an. Disepanjang era itu, memang kerap muncul laporan dari para ahli perbintangan mengenai munculnya segerombolan benda-benda terbang yang bersinar dan bergerak hilir mudik di sekitar bulan. Bahkan laporan-laporan tersebut sempat menghiasi surat kabar dan jurnal-jurnal disepanjang tahun tersebut.



Hal yang semakin menggairahkan para peminat astronomi termasuk ufology adalah ketika munculnya laporan mengenai adanya sebuah "jembatan" misterius dipermukaan bulan sepenjang beberap mil yang disaksikan oleh seorang ahli perbintangan terkenal John O'Neill. Pada tanggal 29 Juli 53, ia memang menyaksikan obyek "jembatan" aneh yang memanjang 12 mil di daerah Mare Crisium Bulan. Namun entah mengapa, beberapa hari kemudian jembatan aneh tersebut menghilang. Apakah benar makhluk-makhluk cerdas itu membongkarnya dengan sebab jembatan itu terlalu mencolok sehingga dapat dengan mudah diamati oleh manusia di Bumi? (mengingat letaknya juga tidak pada "dark side" dari bulan itu sendiri)

Sementara kesaksian O'Neil tersebut banyak dicemooh oleh para astronom lain, muncullah kesaksian pakar bulan nomor wahid dari Inggris H.P.Walkins, yang menandaskan bahwa ia pun menyaksikan jembatan aneh yang tiba-tiba muncul itu!! Setelah itu, Patrick Moore, anggota British Astronomical Association, juga melihat jembatan di Bulan yang menghubungkan satu gunung dengan gunung lainnya di dataran Mare Crisium/ Sea of Crysis. Yang lebih aneh lagi, 84 tahun sebelum kesaksian O'Neill, Swift dari Matton II, menyaksikan obyek-obyek yang bergerak melintasi bulan pada tanggal 7 Agustus 1869, dua puluh menit sebelum terjadi gerhana matahari total. Bahkan lima tahun sesudahnya, tepatnya pada tahun 1874, Monsieur Lemey, pakar langit dari Perancis, melaporkan bahwa dirinya melihat objek-objek yang jumlahnya sangat banyak, berwarna hitam, berbondong-bondong melintasi permukaan bulan.

Seorang astronomer Jerman bernama J.H. Schroeter, yang hampir sepanjang hidupnya mengabdikan diri pada pembuatan peta Bulan, pada tanggal 26 September, 1788, melihat sebuah sinar cerah keputihan, persis seperti bintang, tiba-tiba berkilauan disekitar puncak-puncak dipermukaan bulan Alps dekat kawah atau kepundan Plato. Sinar itu terus menerus memancar kira-kira lima belas menit untuk kemudian hilang. Terang sinar ini tidak mungkin berasal dari sebuah meteor.

Di Lowell Observatory di Arizona, pada tanggal 30 Oktober, 1963, seorang astronomer lain, John Greenacre menyaksikan sinar merah dipermukaan Bulan. Sinar itu menurut Greenacre amat kuat hingga "mirip dengan batu permata ruby yang besar."
Baru-baru ini sebuah survey mengenai buku buku dan laporan astronomer membuktikan bahwa telah dibuat 400 laporan mengenai kejadian bulan yang aneh seperti itu dalam suatu periode yang lebih panjang dari 400 tahun. Study cermat ini dilakukan oleh dua orang astronomer terkemuka, Patrick A. Moore dari Armagh Planetarium di Irlandia Utara, dan Barbara M. Middlehurst, dari Lunar Anda Planetary Laboratory, University of Arizona.

Faktanya, dari seluruh kejadian misterius di bulan yang berhasil diamati dari bumi ialah cahaya-cahaya aneh dan misterius tersebut berasal dari daerah Mare Crisium, daerah yang tepat sama dengan munculnya jembatan besar yang dilihat oleh O'Neill dan H.P. Wilkins pada tahun 1950-an. Berlusin-lusin astronomer melihat cahaya-cahaya yang kerap membentuk formasi-formasi geometri ini, seakan-akan ada suatu kecerdasan yang mengendalikannya.


Lalu, Adakah sinyal-sinyal membingungkan yang telah mereka kirimkan kepada kita untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar eksis?

Suatu hal yang menarik dari pertanyaan diatas ialah bahwa pada periode tahun 1927 - 1934 , dimana pada saat itu merupakan masa permulaan dari teknologi radio kita. Ada beberapa sinyal-sinyal misterius yang berhasil ditangkap di sekitar bulan. tanda-tanda radio ini berhasil ditangkap oleh beberapa penyelidik radio. Salah satu tanda ini berhasil diterima oleh Marconi Tesla.

Di tahun 1956, kembali diterima sinyal-sinyal misterius yang diterima oleh para astronom di Ohio University. Sinyal-sinyal membingungkan ini dikatakan dikirimkan oleh suatu obyek yang bergerak sangat cepat menuju ke Bulan, dan obyek ini berhasil diamati oleh para astronom, baik di Ohio University maupun beberapa astronom Inggris. Tak bisa dimengerti, apa arti dari sinyal-sinyal yang mereka kirimkan kepada kita ini?

Astronot pertama yang melihat UFO ketika sedang mengorbit adalah Mayor Gordon Cooper, selama misi penerbangan mercury 21 orbit dengan Faith 7 (15 Mei, 1963). Ketika sedang melakukan orbit yang keempat dan persis berada diatas Hawaii, ia melaporkan mendengar transmisi suara yang aneh yang dinamakannya "bahasa asing yang tidak dipahami". Ternyata ,suara itu memotong channel VHF yang khusus ditujukan untuk penerbangan angkasa luar. 'Suara yang direkam itu ternyata tidak cocok dengan bahasa apapun yang terdapat didunia ini. Akhirnya terbukti bahwa suara itu tidak diucapkan oleh lidah bangsa apapun didunia ini, Akhirnya terbukti bahwa suara itu tidak diucapkan oleh lidah bangsa apapun di dunia ini, tapi di katakan berasal dari lidah yang sama sekali asing bagi dunia kita ini. Walaupun para ahli NASA telah memutar kembali rekaman itu berkali-kali mereka tetap tidak bisa menganalisa-nya, demikian menurut salah satu sumber yang bisa dipercaya.


Kemudian, hampir sebagian besar Astronot Apollo maupun Gemini melihat UFO pada saat memasuki orbit Bulan. Para Astronot Apollo selalu diikuti UFO pada saat perjalanan menuju bulan. Bahkan, ada foto-foto yang membuktikan hal ini semua, terutama foto sebuah UFO yang berhasil diabadikan oleh para astronot Apollo 14 dan 16. Beberapa foto juga memperlihatkan adanya benda-benda terbang misterius yang melayang-layang diatas para astronot di permukaan bulan.

Pada penerbangan Gemini 9 lebih mencenangkan lagi. Pernyataan yang dikeluarkan oleh NASA menyebutkan terjadi guncangan pada tubuh pesawat yang disebabkan oleh benturan obyek terbang berbentuk cakram. Tak hanya itu, bahkan pada misi sebelumnya Juni 1965, Mayor James McDivitt, dan pejalan diangkasa luar pertama, Mayor Edward White melihat dan memotret sebuah benda bercahaya berbentuk seperti telur yang mendekati kapsul Gemini 4 yang sedang diorbitkan. Para astronot menyaksikannya, namun tak mengerti sebenarnya benda apakah itu?

Misi Apollo 11 ke bulan juga ditandai dengan sambutan yang kurang bersahabat. Pada saat pesawat mendekati bulan, para astronot mendengar suara-suara radio aneh yang berbaur dengan siaran radio luar angkasa. Bahkan Mission Control dibuat bingung oleh hal ini.
Suatu laporan yang tidak terkonfirmasi menyebutkan bahwa pada waktu Buzz Aldrin membuka pintu setelah Apollo 11 mendarat di bulan, ia melihat makhluk transparan yang sedang memandangnya dari luar pesawat. Bahkan, ada suatu laporan dari anggota angakasa luar NASA, Otto Binder yang mengisahkan mengenai munculnya sebuah UFO di atas permukaan bulan. Aldrin dan Amstrong menyaksikannya. Binder melanjutkan kisahnya dengan laporan yang mengejutkan dan hampir tidak bisa dipercaya ini : "Agaknya ketika kedua astronaut Aldrin dan Armstrong sedang berputar beberapa jauh dari LEM, Armstrong mencengkam lengan Aldrin dengan bersemangat dan berseru : "Apa ini? Ya ampun, apa ini? Itulah yang ingin kuketahui."

Pada misi Apollo 11, umat manusia di bumi yang diwakilkan oleh beberapa Astronot Apollo 11 dan Presiden Amerika Serikat saat itu Richard Nixon, telah menyapa para penghuni bulan (apabila memang benar ada) dengan salam hangat dan penuh kedamaian. Hal itu dilakukan oleh Niel Amstrong dan Buzz Aldrin yang menancapkan plakat yang telah ditanda tangani oleh mereka bertiga, bertuliskan demikian : " Here man from Planet Earth First Set Foot Upon the Moon. July 1969 A.D. We Came in Peace for All Mankind "

Itulah pesan dan salam yang kita tinggalkan kepada para penghuni bulan dan para penjelajah luar angkasa lainnya, agar kita dapat menandakan bahwa manusia bumi pernah mengunjungi bulan, kita datang dengan damai bagi mereka. Namun sepertinya para penghuni bulan belum sepenuhnya yakin akan pesan ini mengingat misi Apollo selanjutnya, mereka selalu mencurigai kedatangan kita kesana. Apakah mereka merasa terancam dan takut apabila manusia bumi membangun pusat penelitian dan menguasai tempat mereka tinggal?

Memandang bahwa di bulan terdapat suatu basis makhluk cerdas memang bukan tanpa dasar, sebab para astronaut menyaksikan benda-benda aneh itu. Bahkan sebagian besar ilmuwan yang obyektif harus mengakui bahwa terdapat kejadian yang tidak bisa diterangkan berlangsung di atas permukaan Bulan dan sekitarnya.
Bukti-bukti lain mengenai adanya sesuatu yang tak biasa di permukaan bulan adalah mengenai beberapa foto satelit yang berhasil diambil oleh pesawat ruang angkasa milik Amerika (NASA) dan Rusia. Dari beberapa striktur-struktur permukaan bulan yang berhasil diambil, terdapat obyek-obyek/struktur-struktur misterius yang hanya bisa dilihat apabila dilakukan perbesaran beberapa kali. Pesawat Ruang Angkasa Amerika Serikat, RANGER II yang mengabadikan lebih dari 200 lembar foto di permukaan bulan juga sempat menagkap gambar beberapa obyek terbang misterius yang melayang di sekitar kawah bulan.

Pada Misi Apollo 12 ternyata tidak lebih baik. Roket Saturnus yang besar mengangkut tiga astronaut Charles "Pete" Conrad, Dick Gordon dan Allan Bean, ke Bulan pada hari Jumat 14 Nopember, 1969, ternyata juga mengalami kejadian yang aneh. Waktu Apollo 12 baru saja berada pada ketinggian satu mil setengah di atas Bumi, ada suatu cahaya kilat yang menyerang secara tiba-tiba. Kejadian itu mengakibatkan semua peralatan listrik pesawat angkasa luar itu terhenti, meninggalkan baris demi baris ombak sirkuit besar yang tiba-tiba terbuka yang memancarkan nyala hijau terang.

Overloading menyebabkan peralatan fungsional lainnya tidak bekerja, semua sistim macet. Secara otomatis, sistim sel bahan bakar pesawat itu tiba-tiba terputus.
Untuk sejenak, seakan-akan semuanya akan musnah, tapi para astronaut tetap tenang dan kira-kira tiga menit kemudian semua kekuatan dan sistim pesawat pulih kembali. Dari mana asal datangnya kilat yang menyerang itu tetap menjadi misteri bagi para ahli angkasa di bumi ini.

sumber : Forum Sains


Read More......
 

Supported By

Free Web Hosting with Website Builder Ziddu ads ads

Pengunjung